Thursday, February 16, 2012

Aku

Adakah orang ingin mengenalku tuk berbagi cerita
Adakah orang yang mengetahui karakterku dengan mata terbuka sehingga tak salah dalam memandang
Adakah orang akan bertanya akan aku ketika aku tak pernah menulis satu kata
Adakah orang akan mencari namaku ketika aku tak pernah meninggalkan kesan

Aku adalah diriku yang merajut kehidupan
Berambisi tuk dapatkan kebaikan
Belajar memahami goresan hidup yang pernah terlukis
Berusaha tersenyum meski retakan pilu merasuk diri
Dan selalu berharap dengan khayalan indah kan terjadi

Tak ada kata yang bisa ku ucapkan hari ini
Aku hanya membisu dan menundukkan kepala mengenang luka yang sangat pedih di hati
Tapi aku sadar jika aku tak melangkah maka aku kalah dengan setetes luka lama
Adakah orang merangkulku tuk membangkitkan asalku?
Tidak, karena berharap pada manusia akan menimbulkan kekecewaan yang tak bertepi

Tuhan izinkan aku merajut kisah yang indah di bumimu
Dengar dan lihat aku dalam doaku
Setetes air mataku ini mampu berkata
Jika aku pasti berharga

Wednesday, February 8, 2012

Mengakhiri Masa SMA

Mengakhiri Masa SMA 
Pagi ini langit tampak cerah dengan hembusan angin segar masuk jendela kamar Selly. Hari ini adalah hari yang indah baginya, dia tidak sabar untuk menghadiri acara perpisahan kelas tiga di sekolahnya.

“bu…saya pergi dulu ya…”
“tidak sarapan dulu?”
“sekalian aja di sekolah, bu…”

Seperti biasa, Selly berjalan kaki ke sekolah karena memang sekolahnya hanya berjarak seratus meter dari rumahnya. Dalam perjalanan dia mengingat masa-masa SMA yang tak lama lagi akan ditinggalkannya, terlebih kenangan bersama Irfan yang adalah temannya.
Sebenarnya Selly telah lama suka sama Irfan, tapi dia terus saja memendam rasa itu.
Selly berpikir, mungkin ini hari terakhir melihat pujaan hatinya itu.

“Sel…Selly…, tungguin dong…!”

Ria datang dari belakang menghampiri Selly dengan sedikit berlari.
Ria adalah teman sekelas Selly yang hampir tiap hari pergi ke sekolah bareng Selly.

“Sel, kok kamu kelihatan sangat bersemangat hari ini?”
Tanya Ria…
“iya dong, kan ini hari perpisahan kelas tiga, kenangan SMA kita akan diakhiri di sini.”
Selly menjawab dengan riang.
“Sel, setelah ini kamu mau kuliah dimana?”
“ayah saya bilang saya masuk UI aja, tapi saya nolak, saya maunya kuliah di luar negeri”
Jawab Selly sambil merunduk.
“Sel…kamu tahu si Irfan kan?”
“iya, emang kenapa!?”
“dia katanya mau masuk UI, ternyata ayahnya dosen di sana
Selly pun kaget…
Tak terasa mereka sudah sampai sekolah.
“Sel…gue cari wali kelas kita dulu ya…, gue mau kasih sesuatu, jangan lupa sebentar kita foto bareng teman-teman!”
“Siip…!”.

Mumpung acaranya belum dimulai, Selly pergi ke kelasnya dan memikirkan tentang Irfan yang ternyata mau kuliah di UI. Tidak lama kemudian Ria datang…

“Sel…kamu lagi ngapain?”
“gak kok, cuman lagi mikirin kuliah.”
Jawab Selly.
“eh…Sel, ada yang mau ketemu nih..”
“siapa?”
“nanti aja lu tau sendiri, dia lagi nunggu kamu di samping kelas tuh…”

Dengan rasa penasarannya Selly pun pergi ke samping kelas mereka. Dia sangat terkejut, ternyata itu Irfan.

“eh…Irfan, kenapa?”
“ada yang gue mesti ngomongin sama kamu”

Sementara itu, Ria dan teman-teman lainnya sedang membicarakan Selly dan Irfan. Ternyata mereka sudah tahu kalau Selly suka sama Irfan.
Di samping kelas hanya mereka berdua, siswa lain menikmati hari perpisahan mereka. Angin segar di pagi yang cerah masih terus berhembus mengibarkan bendera Merah Putih di lapangan sekolah.
Perbincangan masih berlanjut…

“kamu mau ngomong apa, Fan?”
Tanya Selly sambil berdebar-debar.
“Sel, kita kan udah lama berteman… apa kamu ngak rasain sesuatu? Sebenarnya saya udah lama suka sama kamu cuman dulu belum ada waktu yang tepat karena kita lagi sibuk-sibuknya belajar buat UN, saya pikir ini adalah waktu yang tepat”
Selly merasa terkejut bercampur senang.
“Jadi gimana, Sel?”

Tanya Irfan sambil meraih kedua tangan Selly.
Hati Selly pun makin bercampur aduk.

“Irfan…gue sebenernya…sudah lama suka juga sama kamu”
Irfan pun kaget mendengarnya karena memang selama ini mereka hanya sebatas teman saja.
“Jadi kamu menerimanya…!?”
“Saya rasa sudah jelas.”
Jawab Selly.

Di pengeras suara sudah terdengar pengumuman bahwa acara perpisahannya segera dimulai.
“Sel, sepertinya udah mau dimulai acaranya…ayo”

Kata Irfan sambil memegang tangan kiri Selly. Mereka pun pergi ke aula sekolah sambil berpegangan tangan dan teman-teman mereka diam-diam mengikuti mereka dari belakang.
Dalam acara perpisahannya Selly dan Irfan sempat berbincang tentang kuliah. Selly pun berubah pikiran, dia dengan senang hati mau masuk UI bareng Irfan.

Setelah acara selesai, foto bareng teman-teman dan semprot-semprotan baju tak bisa dilewatkan mereka berdua.
Hari ini menjadi hari perpisahan yang mempersatukan mereka.


TAMAT