Monday, November 19, 2012

Israel Ramai-ramai Dikutuk Pemimpin Dunia

Kali ini Israel jadi langganan 'kutukan' sejumlah pemimpin dunia. Masyarakat dan tokoh dunia ramai-ramai mengutuk invansi militer negara yahudi itu di Jalur Gaza. Sejumlah aktivis perdamaian di sejumlah kota besar dunia, seperti San Fransisco, Seoul dan London melakukan aksi protes mengutuk serangan militer Israel terhadap penduduk sipil di Jalur Gaza Palestina.

Di Kota New York Ratusan demonstran menggelar aksi di depan Konsulat Israel. Dalam aksinya, para demonstran, yang kebanyakan keturunan Palestina dan umat Muslim itu membawa spanduk bertuliskan "hentikan perang Israel-Amerika terhadap Gaza." Tak cuma itu, para demonstran pun berorasi dengan begitu lantang lantang soal pembebasan Palestina.

PM Turki Kutuk Israel
Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengutuk serangan udara Israel ke Jalur Gaza pada Jumat, sebagai aksi pra-pemilihan umum dan mengatakan dirinya berencana membahas krisis tersebut dengan Presiden Mesir, Mohamed Moursi, di Kairo akhir pekan ini.

"Sebelum pemilihan umum ini, Israel menembak rakyat yang tak berdosa ini di Jalur Gaza untuk alasan yang mereka buat-buat," kata Erdogan kepada wartawan di Istanbul sebagaimana diberitakan Reuters.

Ia menimpali, "Negara besar di dunia sekarang membuat petempur dan rakyat Jalur Gaza yang membayar, dan sebagai Republik Turki kami bersama saudara kami di Jalur Gaza dan tujuan adil mereka."

Iran: Gaza Diserang, Kemana Negara Islam?
 Iran juga mengutuk kebengisan tentara Zionis Israel terhadap wilayah Gaza, Palestina. Menteri Pertahanan di Teheran, Ahmad Vahidi menanggapi perang antara Israel dengan Hamas tidak seimbang. Ia mempertanyakan dimana negara-negara Islam melihat aksi tersebut.

"Israel membantai rakyat di Palestina. Mereka (warga Gaza) tertindas, termasuk perempuan dan anak-anak terkepung dalam sejumlah serangan. Ini contoh jelas kebiadaban (Israel) dalam peperangan," Vahidi mengatakan demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/11).

Vahidi mendesak negara-negara Islam mengambil konklusi matang untuk menjawab tragedi kemanusian ini. Ia menginginkan agar negara-negara Islam merapatkan barisan dan menentukan keberpihakan terhadap wilayah yang terisolasi tersebut.

Pakistan: Israel Langgar Hukum International
Agresi Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza juga menuai kecaman dari Pakistan. Pakistan menilai tindakan zionis itu benar-benar telah melanggar hukum internasional.

''Pakistan mengecam keras serangan udara Israel di Gaza karena telah menewaskan warga sipil tak berdosa," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan seperti dikutip dari Press TV, Sabtu (17/11).  Pemerintah Pakistan juga mendesak masyarakat internasional bersama-sama menghentikan agresi Israel tersebut.

Tunisia: Israel Seenak Jidatnya
Menteri Luar Negeri Tunisia, Rafik Abdesslem, mengunjungi Jalur Gaza, Palestina, Sabtu (17/11). Ia pun mengutuk serangan Israel dan mengecamnya sebagai sebuah pelanggaran hukum internasional.

Berjalan di antara puing reruntuhan, Abdesslem mengamati lokasi ledakan di Gaza. Ia pun menilik kantor Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh yang luluh lantak akibat serangan Israel semalam.

"Israel seharusnya memahami bahwa banyak hal yang berubah dan banyak air yang telah mengalir di Sungai Arab," ujarnya diantara reruntuhan gedung.

Abdesslem mengatakan, Israel seakan tak memahami hukum internasional. Negara Yahudi tersebut menyerang Gaza seenak jidat mereka. "Israel harus menyadari bahwa tangan mereka tidak lagi bebas, mereka tak memiliki kekebalan total, tidak diatas hukum internasional. Apa yang Israel lakukan ini tidak logis dan samak sekali tidak dapat diterima," kecamnya.

Suriah kutuk agresi Barbar Israel
 Pemerintah Suriah mengutuk kejahatan barbar yang dilakukan tentara Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, Rabu (14/11). Dalam satu pernyataan, pemerintah Suriah meminta masyarakat internasional menekan Israel agar menghentikan agresi terhadap rakyat Jalur Gaza.

Damaskus juga memohon orang-orang bebas dan jujur di dunia untuk bergerak secara serius menghadapi tirani dan mengusir Israel, yang terus-menerus mengabaikan legitimasi internasional serta mengabaikan tanggung jawab resolusi internasional dengan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Pernyataan itu mengatakan, bahwa orang-orang Arab saat ini membutuhkan lebih dari sebelumnya untuk bertindak dan memberikan tekanan untuk mendukung ketabahan rakyat Palestina dan perjuangan dalam membela Palestina, yang merupakan penyebab utama bangsa itu.

Afghanistan: Kami membela hak Rakyat palestina
Presiden Afghanistan Hamid Karzai pada Sabtu mengutuk serangan-serangan udara Israel di Gaza dan menyerukan "segera menghentikan" kekerasan terhadap warga sipil, kata satu pernyataan kantornya.

"Presiden Hamid Karzai mengutuk keras serangan oleh Israel terhadap wilayah Palestina yang telah membunuh dan melukai sejumlah warga sipil yang tak bersalah," kata pernyataan itu.

"Melakukan kejahatan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan pada sisi manapun dan di mana saja," kata Presiden sebagaimana dikutip.


Afghanistan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dan mendukung perjuangan Palestina bagi pembentukan satu negara terpisah di masa lalu.

"Kami selalu membela hak rakyat Palestina untuk sebuah negara merdeka dan kami akan terus berdiri di belakang mereka di masa depan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Janan Mosazai kepada AFP.

Hugo Chavez: Serangan Israel ke Gaza Biadab!
Presiden Venezuela, Hugo Chavez mengecam keras agresi militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina.

"Agresi biadab terhadap Jalur Gaza telah dimulai. Sekali lagi, Israel membom Jalur Gaza," kata Chavez seperti dikutip dari Press TV, Jumat (16/9).
 
Chaves dan Venezuela salah satu pihak yang menetang berdirinya Israel. Bahkan tentangan itu dilakukan dalam tindakan nyata, dengan mengusir Duta Besar Israel untuk Venezuela, sebagai protes serangan Tel Aviv di Gaza pada 2009 lalu.

Presiden Mesir: Kami Dukung Palestina Mursi dalam satu pertemuan untuk membahas operasi militer Israel di Jalur Gaza. Ia mengatakan Mesir tak bisa menerima setiap berlanjutnya serangan dan ancaman terhadap Jalur Gaza.
"Kami mendukung rakyat Palestina guna mencegah agresi ini terhadap Jalur Gaza," kata Mursi.

Moursi juga mengatakan, dirinya menyeru Presiden AS Barack Obama dan mengungkapkan keberatan Mesir atas operasi militer Israel.

"Saya menelepon Presiden AS Barack Obama dan membahas dengan dia cara mewujudkan perdamaian di wilayah itu," kata Presiden Mesir tersebut.

Pada Rabu, Moursi memutuskan untuk menarik Duta Besar Mesir untuk Israel, sementara Duta Besar Israel di Mesir pulang ke tanah-airnya dengan membawa surat dari Kementerian Luar Negeri Mesir untuk pemerintah Israel.


Foto Tragedi Di Palestina Pada Tanggal 18 November 2012