Wednesday, April 30, 2014

TUGAS 2 Jurnal Teknologi Komunikasi

Nama     : Zikrullah
NIM       : 411106191
UNIT     : 1 ( Satu )

Jurnal Ilmiah SCRIPTURA, Vol. 3, No. 1, Januari 2009: 69 - 84 

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM ERA JURNALISTIK MODERN
 Ido Prijana Hadi
Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Kristen Petra
Jalan Siwalankerto 121-131 Surabaya 60236
Email: ido@peter.petra.ac.id

PENDAHULUAN
Teknologi dalam perkembangan arus produksi, konsumsi dan distribusi informasi memegang peranan penting. Urgensi peranan teknologi dalam proses massifikasi informasi terjadi ketika hasil teknologi membantu mengubah pola komunikasi yang dibatasi oleh ruang dan waktu menjadi pola komunikasi informasi tanpa batas. Sehingga hadirnya media baru (new media)[1] memberi alternatif masyarakat dalam mencari dan memanfaatkan sumber-sumber informasi untuk memenuhi kebutuhannya. Media massa konvensional (tv, radio dan cetak) dituntut untuk melakukan intergrasi dengan media baru agar mampu memenuhi harapan baru bagi pelanggan setianya, baik pembaca online maupun cetak.
Perkembangan media baru sebenarnya merujuk kepada sebuah perubahan dalam proses produksi media, distribusi dan penggunaan. Media baru tidak terlepas dari key term seperti digitality, interactivity, hypertextuality, dispersal dan virtuality
(Lister, 2003 : 13). Dalam konsep digitality semua proses media digital diubah (disimpan) ke dalam bilangan, sehingga keluarannya (out put) dalam bentuk sumber online, digital disk, atau memory drives yang akan diubah dan diterima dalam layar monitor atau dalam bentuk ‘hard copy’. Konsep Interactivity merujuk kepada adanya


kesempatan dimana teks dalam media baru mampu memberikan users untuk ‘write back into the text’. Sedangkan konsep dispersal media baru lebih kepada proses produksi dan distribusi media menjadi decentralised dan mengandalkan keaktifan individu (highly individuated). Batasan new media sering disamakan dengan digital media, yang semestinya new media lebih pada konteks dan konsep budaya kontemporer dari parktik media daripada seperangkat teknologi itu sendiri (medium).
Misalnya pada 13 Agustus 2008 Indonesia telah menapak ke pintu teknologi penyiaran televisi digital. Peristiwa itu berupa soft launching siaran TV digital[2] oleh TVRI. Teknologi TV digital dipilih karena punya banyak kelebihan dibandingkan dengan analog. Teknologi ini punya ketahanan terhadap efek interferensi, derau dan fading, serta kemudahannya untuk dilakukan proses perbaikan (recovery) terhadap sinyal yang rusak akibat proses pengiriman/transmisi sinyal. Kemudian, TV digital menyajikan gambar dan suara yang jauh lebih stabil dan resolusi lebih tajam ketimbang analog serta ketahanan terhadap perubahan lingkungan yang terjadi karena pergerakan pesawat penerima (untuk penerimaan mobile), misalnya di kendaraan yang bergerak, sehingga tidak terjadi gambar bergoyang atau berubah-ubah kualitasnya seperti pada TV analog saat ini (Dharmanto, 2008). Langkah ini jelas akan menjadi lokomotif bagi perubahan yang cukup radikal di bidang penyiaran televisi nasional serta menjadi era baru bagi dunia industri televisi nasional, menggantikan era penyiaran televisi analog yang dimulai pada 17 Agustus 1962 berupa siaran percobaan TVRI dalam acara HUT Proklamasi Kemerdekaan XVII Indonesia dari halaman Istana Merdeka Jakarta. Pada 24 Agustus 1962, TVRI mengudara pertama kalinya dengan acara siaran langsung upacara pembukaan Asian Games IV dari Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Pemerintah Indonesia telah memutuskan bahwa implementasi sistem TV digital menggunakan sistem Digital Video Broadcasting-Terrestrial (DVB-T) sebagai standar nasional Indonesia. Sementara industri radio, karena teknologi FM radio dianggap sudah cukup memiliki kualitas dan efisiensi yang baik. Teknologi radio FM tetap akan bertahan sampai belasan tahun ke depan. Sehingga penggunaan teknologi DAB (Digital Audio Broadcasting) yang dikembangkan lebih merupakan penyeimbang teknologi DVB-T sebagaimana sudah diimplementasikan di lebih dari 40 negara, khususnya negara-negara Eropa. Teknologi DAB bila dikembangkan menggunakan teknologi Digital Multimedia Broadcasting (DMB), yaitu dengan menambahkan DMB multimedia prosesor, akan mampu menyiarkan konten gambar bergerak sebagaimana siaran TV. Hal ini telah menstimulasi para pelaku industri radio untuk mengembangkan bisnisnya dengan menambah konten berupa gambar bergerak, seperti informasi cuaca, peta jalan, video clip, dan film, sebagaimana yang terjadi di industri televisi.
Mengambil konsep dari Mc Luhan (1997: 7) dimana medium is the message, maka bila diaplikasikan pada internet[3] atau bentuk World Wide Web (WWW) bisa berupa situs berita online. Dimana analogi dari pernyataan McLuhan dengan melihat perkembangan kemajuan bidang teknologi informasi, maka technology is the message. Teknologi itulah yang menghasilkan medium baru atau melahirkan the new media. Jadi bukan bermaksud untuk melebih-lebihkan pengaruh media. Tetapi, adanya kemajuan teknologi, media menjadi sangat maju - selanjutnya dalam konteks ini penulis menyebut Teknologi Informasi dan Komunikasi -. Media telah berubah menjadi subyek komunikasi yang interaktif dan menjadi sahabat baru manusia. Pola interaksi sosial yang terbentuk melalui media telah menciptakan ruang baru bagi kehidupan manusia. Ruang dimana manusia bisa berimajinasi dan berinteraksi. Sementara apabila dikaitkan dalam konteks media jaringan (komputer) yang kemudian melahirkan cybercommunity (komunitas cyber) juga turut andil dalam membentuk suatu pola hubungan sosial yang tanpa batas, sangat luas dan transparan (Bungin, 2002).
Pengalaman empiris menunjukkan, setiap medium baru berpengaruh terhadap media yang ada. Misalnya, sejak munculnya televisi iklim persaingan semakin kentara. Televisi mempengaruhi eksistensi media cetak dalam hal isi, bentuk, distribusi, kebijakan harga, periklanan dan sebagainya. Karenanya, setiap kali muncul media baru, kata kunci untuk media yang sudah eksis dan ingin tetap eksis adalah adaptasi, inovasi, kreatifitas, atau ketinggalan dan ditinggalkan (Oetama, 2001 : 361). Dengan melihat kondisi masyarakat yang semakin maju, pintar, kritis, dan bebas menentukan sumber-sumber informasinya, terutama di kota-kota besar, maka proses metamorfose media konvensional ke media digital memberikan andil yang cukup besar bagi proses eksistensi media tsb.
Disisi lain, munculnya medium baru tidak berarti meniadakan medium lama. Antara medium lama dan medium baru terjadi proses saling melengkapi, saling mempengaruhi, saling memperkaya inovasi dan kreatifitas. Sehingga setiap kejadian yang diberitakan menjadi lebih jelas maknanya, korelasinya dan interaksinya bagi konsumen (pembaca). Surat-kabar dan majalah menjadi lebih menarik apabila juga mampu menghadirkan edisi online dengan tingkat keterbaruan berita atas peristiwa terakhir, disamping edisi cetak yang menjadi andalannya. Dalam konteks di Indonesia, ketika muncul televisi swasta, media cetak gelisah soal tersedotnya porsi pembagian iklan, orang pers juga meratapi soal penurunan tiras, dan miskinnya minat baca. Akan tetapi, ketika muncul Internet di Indonesia (tahun 1995 dan booming dot com tahun 1998-2000), reaksinya berbeda-beda. Ada surat kabar yang justru melakukan sinergi, sehingga menjadi kekuatan, yakni dengan cara membuka surat kabar edisi cetak online dan edisi realtime news. Fenomena ini berkembang di Indonesia sejak era reformasi 1998 sampai sekarang seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi. Sejarah mencatat bahwa suratkabar online pertama yang menghadirkan berita digital adalah Chicago Tribune dalam tahun 1992.

Jumlah pengakses internet di Indonesia dari tahun ke tahun sejak 1998 selalu mengalami peningkatan. Menurut Perkiraan resmi dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terhadap jumlah pelanggan dan pemakai internet selama ini dan perkiraan sampai akhir tahun 2007 adalah sesuai dengan tabel berikut ini:


Tabel 1. Perkembangan Jumlah Pelanggan & Pemakai Internet (kumulatif) perkiraan s/d akhir 2007

Tahun
Pelanggan
Pemakai
2007
2.000.000
25.000.000
2006
1.700.000
20.000.000
2005
1.500.000
16.000.000
2004
1.087.428
11.226.143
2003
865.706
8.080.534
2002
667.002
4.500.000
2001
581.000
4.200.000
2000
400.000
1.900.000
1999
256.000
1.000.000
1998
134.000
512.000
Sumber: APJII

Internet mampu memberikan layanan kecepatan informasi setiap saat, detail dan bebas biaya. Sehingga tidak lah mengherankan apabila terjadi kenaikan jumlah pengakses internet setiap tahunnya di Indonesia. Fenomena umum orang online ke internet adalah untuk mendapatkan informasi dan berbagi informasi. Barangkali masih ingat fenomena berita bawah tanah mailing list apa kabar di internet (1995-1997) yang sempat populer dengan analisis permasalahan seputar ekonomi dan politik Indonesia waktu itu, namun identitas nara sumber seringkali disembunyikan. Fenomena lain dengan adanya peniadaan Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP), ketika era Presiden BJ. Habibie dan Menteri Penerangan Yunus Yosfiah (1999) yang berakibat kebebasan pers (kemudahan mendirikan media) tidak terkecuali sampai pers online atau menyinergikan dengan online. Fenomena internet dot com dengan e-commerce dan web 2.0[4]memberikan andil pada perkembangan sejarah media di Indonesia, sampai memasuki era media-media alternatif digital seperti blog, friendsters, facebook, iPod, iPhone 3G, dan sebagainya.
Menurut Daniel Dhakidae (Kompas, 28 Juni 2005) surat kabar generasi modern industrial bersaing dengan televisi tentang seberapa cepat menyajikan kejutan berita yang disebut scoop. Surat kabar generasi post-modern harus bersaing bukan sekadar dengan televisi, tetapi televisi yang sudah mengalami “transformasi” oleh seluruh teknologi digital yang memungkinkan multimedia, dengan internet sebagai pusatnya, di mana setiap orang bisa serentak mendengar, melihat, membaca sesuatu yang berasal dari aneka sumber pada saat yang hampir bersamaan. Secara tidak sadar para pembaca modern surat kabar cetak mengalihkan kebiasaan quick browsing internet ke dalam cara membaca surat kabar.
Disisi lain di Amerika Serikat (AS) terdapat fenomena surat kabar cetak memasuki era digital ini menghadapi tantangan berat seperti penurunan sirkulasi, penurunan jumlah pembaca dan pemasukan iklan, serta kompetisi yang sengit dari kompetitor digital. Sehingga beberapa surat kabar terkemuka AS mengakhiri edisi cetak dan berpindah ke edisi online. Seperti diberitakan Kompas 27 Maret 2009 (hal,10), The Christian Science Monitor (CSM)[5] yang bermarkas di Boston, Massachusetts dan berusia 100 tahun menerbitkan edisi terakhir surat kabar pada Kamis 26 Maret 2009. Sirkulasi CSM merosot menjadi sekitar 50.000 eksemplar, rugi 18,9 juta dollar AS pada tahun anggaran yang berakhir April 2009 dan membutuhkan subsidi hingga 12,1 juta dollar. Penghentian edisi cetak surat kabar CSM, hanya berselang dua pekan setelah surat kabar besar AS lainnya, Seattle Post-Intelligencer yang telah terbit selama 146 tahun. Surat kabar Rocky Mountain News tutup pada Februari 2009. Sejumlah kelompok surat kabar lain, seperti Tribune Co, pemilik Los Angeles Times dan Chicago Tribune, telah mengajukan proses kebangkrutan demi menyiasati kerugian selama bertahun-tahun.
Fenomena pengaruh internet pada media cetak tsb tidak bisa dicegah, dan sedapat mungkin bersinergi dengan format internet. Walaupun internet dapat meningkatkan risiko informasi, aksesibilitas yang bebas, interaktivitas, globalitas, konektivitas komunikasi personal, ekonomis dan politik, serta hilangnya kontrol jurnalistik atas pasar informasi. Namun, dengan edisi online internet mampu menjangkau jumlah pengunjung situs yang lebih besar. Sejauh pengamatan penulis, sinergi media cetak dengan internet memperkuat penentuan diri khalayak dalam hal informasi dan membuat mereka lebih bebas dari media konvensional. Internet sebagai media teknologi baru juga mempengaruhi transformasi jurnalisme secara fundamental (Pavlik, 2001). Seperti serba berita (ubiquitous news), akses informasi global, peliputan saat itu juga (instantaneous reporting), interaktif, wujud isi aneka media (multimedia content), serta penyediaan isi yang luar biasa spesifik (extreme content customization).
Tahapan perkembangan isi berita dalam edisi online internet menurut Pavlik (1998) telah melewati tiga tahap yaitu: (a) surat kabar online hanya memindahkan ulang versi cetaknya ke online (repurpose content from their mother ship); (b) surat kabar sudah membuat isi inovatif-kreatif dalam websitenya dengan fitur interaktif seperti hyperlinks dan search engines, yang dapat memudahkan pengguna mencari materi dengan topik-topik khusus yang sesuai dengan ukuran kebutuhannya, misalnya dengan katagori berita dan informasi yang dipilihnya (the journalists create original content and augment it with such additives as hyperlinks - with which a reader can instantly access another website; interactive features such as search engines, which seek out material on specific topics; and a degree of customization - the ability to choose what categories of news and information you receive); dan (c) isi berita telah didesain secara khusus untuk media web sebagai sebuah medium komunikasi (original news content designed specifically for the Web as a new medium of communication).



Pokok Permasalahan
Dari fenomena media cetak yang mengalami perubahan karena pengaruh internet serta bersinergi antar keduanya, inilah permasalahan yang menarik dalam kaitannya dengan hypertext6 yang berdampak pada newsroom dan kinerja jurnalis untuk semua tipe media (tv, radio, cetak) dalam batasan computer assisted reporting (CAR) dalam era konvergensi media.
PEMBAHASAN
Internet sebagai Medium Jurnalistik
Marshall McLuhan (1999 : 7) dalam bukunya, Understanding MediaThe Extensions of Man menyatakan bahwa, the medium is the message. Bahwa medium yang dipakai untuk menyampaikan informasi dan pesan, membentuk format pesan itu sendiri. McLuhan menganggap media sebagai perluasan manusia. Media yang berbeda-beda mewakili pesan yang berbeda-beda. Media menciptakan dan mempengaruhi cakupan serta bentuk dari hubungan-hubungan dan kegiatan-kegiatan manusia. Pengaruh media dengan adanya kemajuan teknologi menjadi sangat dahsyat bagi umat manusia. Media telah campur tangan dalam kehidupan manusia secara lebih cepat daripada sebelumnya, juga memperpendek jarak diantara bangsa-bangsa. Media massa apapun bentuknya akan selalu membawa pesan tersendiri bagi masyarakatnya[6].
Munculnya perdebatan yang problematik atas internet sebagai medium apakah sebagai media massa atau media komunikasi antarpersona lebih disebabkan oleh sifat internet itu sendiri, yang bisa diklasifikasikan ke dalam media massa atau media konvensional yang individual dan antarpersona. Internet bisa dikatakan sebagain sebuah hybrid (perkawinan) yang mana keduanya mampu bekerja sebagai perangkat CD player dan televisi. Internet juga sebagai medium komunikasi antarpersona, contohnya e-mail. Jensen (1998 : 46) memisahkan berbagai macam media, yang kemudian disebut media “pull” dan “push”. Media tradisional, seperti TV, radio, dan film, mempunyai karakteristik “push”, dimana isi media diciptakan oleh medianya untuk pembaca, pendengar dan pemirsanya. Sedangkan dalam “pull” media (internet) isinya diciptakan oleh pengguna. Audience perannya lebih aktif ketika surfing on the net daripada ketika surfing saluran TV. Isi media bergeser dari seragam ke personal, dan siklus publikasi berkembang dari periodik menuju up to date.
Munculnya medium baru internet, yang salah satu fasilitasnya populer dengan nama World Wide Web (WWW) era 1990-an, menandakan babak baru dalam sistem komunikasi global. Sistem komunikasi tanpa batas. Melampaui batas-batas fisik geografis, mental ideologis, ruang dan waktu. Komputer yang sebelumnya sebagai medium pengumpulan dan penyimpanan, berkembang menjadi media komunikasi dan jaringan komunikasi yang kompleks dengan segala struktur operasionalnya. Dengan membawa konsekuensi-konsekuensi tersendiri bagi relasi pribadi dan sosial. Sehingga pada akhirnya Internet membawa bentuk budaya media. Dalam Internet, interaksi antara orang-orang dimediasi oleh komputer, dan ditentukan oleh alat teknologi yang dipergunakan. Interaksi komunikasi yang terjadi bukanlah sesuatu yang lahir secara natural. Melainkan hasil adanya konstruksi teknologi.
Jurnalistik sebagai kegiatan melaporkan berbagai kejadian atau peristiwa yang terjadi di masyarakat, tidak lepas dari konstruksi dengan perspektif tertentu untuk dijadikan bahan berita oleh jurnalis. Sementara berita adalah laporan atau pemberitahuan tentang sesuatu kejadian atau peristiwa yang disampaikan melalui orang lain, baik secara lisan maupun tertulis (Peter dan Salim, 1991). Dalam konteks ini, pengertian berita (news) yang dimaksud adalah penyajian informasi yang sudah, sedang dan akan terjadi.
Secara umum media mempunyai tujuan agar khalayaknya mempelajari peristiwa, tetapi media tidak berusaha mengajar orang-orang tentang hal-hal yang ada dalam berita. (McQuail: 1987; 246) Pertanyaan yang menarik adalah seberapa jauh orang memahami dan mengingat berita?. Ini lah yang menarik dalam teori difusi berita, yaitu penyebaran berita yang diukur berdasarkan kemampuan mengingat peristiwa tertentu. Variabel penting yang menjadi pusat perhatiannya adalah; sejauh mana orang-orang mengenal peristiwa tertentu; kadar penting atau kemenonjolan yang relatif dari peristiwa bersangkutan; volume informasi yang disampaikan tentang peristiwa itu; sejauh mana informasi tentang suatu peristiwa diperoleh pertama kali dari berita; seberapa cepat media memberikan dan menyebarkan informasi. (McQuail: 1987; 246).
Impelmentasi teori tsb, penulis mencoba melihat kondisi saat ini dimana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, mengakibatkan adanya tuntutan perubahan bentuk berita, dari pers cetak dan broadcast menjadi bentuk berita online (e-News). Berita dalam media online berkembang sangat pesat, tidak saja dalam bentuk teks tetapi juga dalam bentuk multimedia, yaitu menggabungkan teks, audio dan video yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun manusia berada. Sehingga menurut Fidler (1997) multimedia sering disebutnya sebagai mixed media. Sementara media konvensional (tv, radio, media cetak) yang telah melakukan sinergi dengan internet di era konvergensi[7]media mampu meningkatkan value added dan brand yang semakin kuat dan luas. Ukuran audience proximity secara geografis yang menjadi keunggulan (media cetak, radio, tv lokal) selama ini menjadi semakin absurd pada media online. Melalui webcasting dalam media online mampu mendekatkan secara emosional seseorang terhadap daerah asal atau kelahirannya, seperti seorang yang sedang berada di luar negeri karena studi, bekerja, atau telah menjadi warga negara asing.


Sumber : Dijk, 2006:7

Gambar 1. Integrasi Transmisi dalam Bidang Komunikasi
Proses konvergensi menuju integrasi bisa masuk dalam salah satu level berikut: 1) infrastruktur – sebagai contoh kombinasi hubungan transmisi yang berbeda dan peralatan untuk telefon dan komunikasi data komputer; 2) transportasi – sebagai contoh telefoni internet and web TV bergantung pada kabel dan televisi satelit; 3) manajemen - sebagai contoh perusahaan kabel mengembangkan/ menggunakan saluran telefon dan perusahaan telefon mengembangkan televisi kabel; 4) layanan - sebagai contoh kombinasi dari informasi dan layanan komunikasi pada internet; 5) jenis data – menaruh data jenis suara, teks, dan gambar secara bersama. Dalam gambar tsb bagaimana jaringan publik dan privat data, tele- dan komunikasi massa secara bersama-sama menciptakan jaringan multifungsional berkecepatan tinggi yang disebut electronic superhighway dalam tahun 1990-an, tetapi saat ini biasa disebut
broadband (networks).
Disamping itu, informasi yang disajikan medium internet sebagai sumber informasi sama dengan medium lain, bahkan lebih unggul dari unsur kecepatan, seketika, interaktifitas, hyperlinks text sebagai sumber informasi dan tidak tergantung pada jadwal siar dan periodesitas seperti dijumpai pada surat kabar (terbit pagi atau sore). Bahkan menurut penulis media online di Indonesia yang berbasis pada lembaga yang sudah mapan sudah menunjukkan kemajuan yang sangat luar biasa, tidak sekedar cetak yang dionlinekan, namun isi berita telah didesain secara khusus untuk media web sebagai sebuah medium komunikasi, seperti apa yang dikatakan Pavlik (1998). Situs berita sebagai nara sumber bukan lagi bersifat komplementer namun bersinergi dengan isi siaran, telekomunikasi (infrastruktur dan jaringan), dan komputer sehingga mampu menghadirkan jurnalisme online dengan perspektif multimedia. Sebuah revolusi media yang demikian maju.
Hasil wawancara penulis dengan pengelola media online Suara Surabaya.net menyatakan bahwa mereka mengembangkan radio internet dan jurnalistik online sekaligus karena tuntutan perkembangan. Media harus tetap dekat kepada audience nya dimana pun mereka berada. Informasi audio dan video dapat disimpan dalam bentuk digital dan memudahkan pendengar untuk menelusurnya kembali (archive file). Radio sudah tidak bisa dibatasi jangkauannya secara geografis dan frekuensi. Radio harus go online untuk menambah value added dan menambah kekuatan brand melalui berita-beritanya yang seketika. Sementara menurut Pemimpin Redaksi Harian Surya diperoleh informasi bahwa mereka mendesain situsnya agar unsur efektifitas dan efisiensi lebih baik secara manajemen. Serta sedang mengembangkan edisi online multimedia. Sedangkan bagi informan yang berada di luar negeri diperoleh informasi bahwa faktor-faktor seseorang mengakses situs berita Indonesia karena ada unsur emosional dengan tanah kelahiran, ingin mengetahui secara persis dan aktual kejadian Politik, Ekonomi Sosial dan Budaya di Indonesia, yang mustahil mereka dapat melalui medium konvensional. Serta untuk saling bertukar informasi dan kabar berita dengan rekan, famili dan keluarga.
Berita realtime (seketika) yang nota bene berkembang pesat era 1990-an ternyata secara radikal mempengaruhi industri penerbitan pers cetak, dan mampu menaklukan ruang dan waktu yang selama ini dihadapi pers cetak. Proses gathering information lewat internet berlangsung melalui information brokers (perantara), tidak lewat penerbitan pers, sehingga menjadi lebih singkat dan seketika. Berita elektronik dapat ditampilkan (upload) dan diperbarui (update) dalam hitungan menit bahkan detik. Sedangkan berita konvensional, khusus media cetak, membutuhkan waktu sedikitnya satu hari untuk proses gathering information (peliputan), layout, dan cetak. Dalam berita elektronik, cenderung menampilkan berita straight news, breaking news, singkat dan padat. Namun terus menerus diperbarui.
Perkembangan online news akan memaksa reporter media cetak mengadopsi gaya broadcast, dimana dalam dunia broadcast seorang reporter menulis untuk video, still images dan suara. Sehingga pemirsa bisa mendengar dari radio maupun melihat dari layar kaca televisi. Kata dalam broadcast mampu melengkapi teka-teki informasi dalam benak pikiran pemirsa atau pendengar. Reporter media cetak sebaliknya, harus menggunakan bahasa agar pesannya sampai pada benak pikiran pembacanya seperti apa yang dilihat dilayar televisi. Karenanya, seorang reporter media cetak mencoba membuat sebuah “layar” dalam benak pikiran pembacanya, dengan membangun daya ingat dan imajinasi pembaca.
Seperti halnya dengan reporter broadcast tersebut, reporter untuk media web juga telah menambahkan teks elektronik (e-texts) dalam cara kerja mereka. Teks elektronik termasuk didalamnya video dan still images, animasi, suara, dan tentu saja kata. Karenanya, tantangan sebagai reporter media web adalah mampu memberikan perspektif baru agar berita menjadi benar-benar kredibel dan bisa dipercaya masyarakat. Sehingga persepsi masyarakat yang masih menganggap berita dari media web sebagai sumber berita komplementer dapat diubah dengan menerapkan kinerja profesional, sebagai sumber berita cepat dan seketika.
Fasilitas radio on demand merupakan dokumentasi audio clip dengan durasi tertentu, video on demand merupakan visual clip berita hasil liputan reporter. Video on demand biasanya berupa file movie/ film yang bisa diakses oleh netter kapan saja yang tampilannya berupa gambar bergerak dengan disertai audio yang langsung diambil dari tempat kejadian. Pada saat download video on demand durasi waktu yang dibutuhkan antara satu sampai dengan dua menit, dengan besar file berkisar antara 500 – 1000 kilobyte. Termasuk Wireless Application Protocol (WAP) yang merupakan fasilitas aplikasi nirkabel yang memungkinkan pendengar untuk selalu mendapatkan informasi yang diinginkan dimana pun dan kapan pun kita berada melalui telepon genggam (telepon selular/ ponsel).
Fleksibilitas, Kapasitas, Immediacy, dan Permanen
Esensi dari Worl Wide Web dalam penjelasan sebelumnya adalah berita, dimana pembaca membacanya melalui sebuah browser. Menurut James Glen Stovall (2004) pada online journalism dikenal dimensi fleksibilitas, kapasitas, immediacy dan pemanen. Para reporter dapat memasukan laporan berita mereka dengan berbagai bentuk untuk informasinya, baik secara full text, disertai informasi biografi sumber, diagram, peta, dan gambar yang dapat membantu pembaca mengerti subyek pemberitaannya. Bahkan dapat memasukan audio dari sumber dan video scenes dimana berita diambil. Inilah fleksibilitas media internet dari pada cetak atau penyiaran. Namun, dalam online journalism juga terdapat batasan yang terletak pada komputer server secara kuota atau ruang data dimana informasi tersebut disimpan dan lamanya waktu akses . Inilah yang disebut sebagai batasan kapasitas.
Online journalism dapat mengirim berita secara seketika dan serentak (instantaneous reporting) dalam bentuk breaking news event sesuai konteksnya dengan cakupan coverage yang global. Sesuatu yang dirasa sulit bagi para broadcaster untuk memberikan informasi berita breaking news mereka. Inilah yang disebut sebagai immediacy. Sedangkan, online journalism disebut permanen karena para reporter bekerja berjam-jam untuk sebuah dokumen berita secara digital yang dapat disimpan dalam sebuah server komputer dalam waktu lama dan terjaga kualitasnya. Berbeda dengan surat kabar yang mediumnya kertas akan mudah pudar dan sobek, demikian juga medium videotape dan audiotape kualitasnya akan menurun seiring waktu yang terus bergulir. Informasi yang tersimpan online kualitasnya begitu powerfull, mudah ditelusur ulang (retrievability) namun juga rawan diduplikasi. Karena the web adalah sebuah medium terbuka dan sarat teknologi secara berjaringan, sehingga mudah diduplikasi dan disimpan dalam lokasi yang berbeda dari aslinya.

Interaktifitas dalam media online

Semua media tentunya interaktif. Pemirsa televisi dan pendengar radio harus menyalakan pesawatnya dan memilih gelombang dan salurannya (channel). Dengan remote control memberikan pengguna bebas untuk memilih channel. Tetapi media ini tidak menawarkan kesempatan untuk berinteraksi. Media televisi dan radio tidak mempunyai pilihan dan mekanisme feedback ketika programnya disiarkan. Kecuali adanya kontribusi medium e-mail dan telephone. Sedangkan suratkabar dan majalah dinilai lebih interaktif karena pembaca dapat memilih bagian apa yang lebih suka dibaca dan bagian mana yang diabaikan. Headlines (teks yang mengarahkan pembaca kepada topik atau judul besar liputan), layouts dan index mampu memberikan pembaca pilihan. Tetapi media cetak tidak menawarkan melalui saluran apa pembaca dapat merespon apa yang mereka lihat dan berinteraksi dengan reporter yang memproduksi berita. Kecuali adanya kontribusi dari medium surat pembaca atau telephone.
Interaktivitas dalam online journalism adalah adanya sebuah hubungan antara reporter dengan pembacanya (consumer) dan hubungan yang bermakna dengan sebuah bentuk baru jurnalistik. Menurut Williams, Rice, dan Rogers 1998 (dalam Severin and Tankard, 2001: 370) mendefinisikan interaktifitas sebagai “the degree to which participants in a communications process have control over, and can exchange roles in, their mutual discourse”. Jadi kontrol komunikasi internet ada pada pengguna. Salah satu studi penggunaan internet mendapatkan enam dimensi interaktifitas yaitu (1) internet mampu memberikan informasi dari pada sekedar persuasi; (2) kontrol terletak pada pengguna internet; (3) aktifitas banyak dilakukan oleh pengguna (aktif); (4) komunikasi yang terjadi dua arah; (5) waktu yang digunakan dalam komunikasi lebih fleksibel dari pada terjadwal (periodisasi seperti dalam media cetak), dan (6) komunikasi berlangsung pada suatu tempat yang ‘diciptakan’ oleh para consumer (Rogers, 1998). Berikut adalah analisis fitur-fitur yang ada dalam online media.




























KESIMPULAN

Dari uraian dalam pembahasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan jurnalistik online di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan situasi politik di Indonesia dengan berbagai kebijakan rejim penguasa yang menyertainya. Jurnalistik online periode pertama berkembang mulai 1995 – 1997 dengan ditandai hadirnya internet di Indonesia yang kemudian diterapkan dan kembangkan oleh IPTEKNET, munculnya Internet Service Provider (ISP), web service, fenomena mailing list apakabar yang cukup sensasional waktu itu, yaitu runtuhnya Orde Baru oleh gerakan Reformasi (era reformasi), Tempo Interaktif dan Kompas Cyber Media. Periode kedua mulai 1998 – 2001 ditandai fenomena dotcom dan bergugurannya dotcom, pencabutan Surat Ijin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) oleh Mentrei Penerangan Yunus Yosfiah pada Kabinet Presiden Habibie yang menandakan era kebebasan pers menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan jurnalisme online di Indonesia sudah memasuki tahapan periode ketiga seperti apa yang digambarkan oleh pavlik (1998), dimana isi berita telah didesain secara khusus untuk media web sebagai sebuah medium komunikasi.
Dalam periode ketiga, sejak 2002 sampai sekarang adalah fenomena jurnalistik online multimedia atau webcasting dengan produk dan layanan seperti news feed, podcasts, deskstop alert, berita pada mobile phones, PDA ,serta perangkat mobile lainnya. Hal ini sebagai akibat perkembangan teknologi informasi dan jaringan (infrastruktur) yang berimbas pada media, yang pada akhirnya menghasilkan konvergensi media (sinergi), dengan tidak mengesampingkan akan adanya kebutuhan akses kebebasan informasi yang cepat, seketika dan transparan, tidak dibatasi ruang dan waktu serta adanya kepercayaan publik itu sendiri pada berita online
















DAFTAR PUSTAKA

Baran, Stanley J. (2003). Mass Communication Theory; Foundations, Ferment, and Future, 3rd edition. Belmon, CA : Thomson

Bungin, Burhan; New Media dan Perkembangannya; Konstruksi Sosial Telematika dan Inovasi Media Baru, Seminar dan Lokakarya “Being Local in National Context : Understanding Local Media and Its Struggle”, Universitas Kristen Petra, di Surabaya 14 Oktober 2002.

Dewdney, Andrew., and Ride, Peter. (2006). The New Media Handbook. London. Routledge.

Dharmanto, Satryio Bernadus. (2008). Menyikapi Lahirnya Era Penyiaran TV Digital http://tekno.kompas.com/read/xml/2008/10/23/1600400/ diakses 23 Oktober 2008.

Dijk, Jan Van. (2006). The Network Society; Social Aspects of New Media. 2nd edition. London. SAGE Publications Ltd.

Craig, Richard. (2005). Online Journalism; Reporting, Writing and Editing for New Media: Thomson

Effendy, Onong Uchjana. (2005). Komunikasi dan Modernisasi, Bandung: Mandar Maju

Fidler, Roger. (1997). Mediamorphosis, Understanding New Media. Pine Forge Press, Thousand Oaks (calif),.

Ibrahim, Idi Subandi. (2004). Sirnanya Komunikasi Empatik; Krisis Budaya Komunikasi dalam Masyarakat Kontemporer: Bandung : Pustaka Bani Quraisy.

Jensen, Jens Frederik. (1998). Communication Research after The Mediasaurus? Digital Convergence, Digital Divergence. The Media Lanscape in Transition. Research on New Information Technology. In Nordicom Review 1/98. Nordicom, Goterborgs Universitet.

Landow, George; The Definition of Hypertext and Its History as a Concept, http://www.thecore.nus.edu.sg/landow/cpace/ht/jhup/history.html#1, diakses 14 Pebruari 2005.

Lister, Martin. (2003). New Media : A Critical Introduction. London : Routledge
Muljono; Sistem Berita Elektronika di Intranet Universitas Pelita Harapan Menggunakan Lotus Notes dan Domino, Jurnal Ilmiah Universitas Pelita Harapan, LPPM-UPH Menara UPH – Lippo Karawaci – Tangerang.Vol. 4/No.7 Agustus 2001, Hal. 37.

McLuhan, Marshall. (1999). Understanding Media; The Extension of Man. London : Routledge.

McQuail, Denis. (1987). Teori Komunikasi Massa; Suatu Pengantar. Jakarta. Edisi Kedua: Erlangga.

McQuail’s, Denis. (2001). Mass Communication Theory. London. 4th edition: SAGE Publications, Inc.

Muslimin, Totok., dan Djuroto. (2002). Teknik Mencari dan Menulis Berita. Semarang: Dahara Prize, Effhar Offset.

Oetama, Jacob. (2001). Pers Indonesia Berkomunikasi dalam Masyarakat Tidak Tulus: Percetakan PT. Gramedia. Jakarta, Oktober.

Online News Association [ONA], Digital Journalism Credibility Study, http://www.journalists.org/Programs/Study.htm, diakses 7 Pebruari 2002.

Pavlik, John V and Shawn McIntosh. (2004). Converging Media, An Introduction to Mass Communication. Boston : Pearson Education, Inc.

Pavlik, John V. (2001). Journalism and New Media: Columbia University Press

Pavlik, John V. (1998). "The Future of On-Line Journalism," chapter in Wickham, Kathleen, On-Line Journalism Perspective (CourseWise Publishing, Inc.).

Perebinossoff, Philippe. (2005). Programming for TV, Radio and The Internet, Strategi, Development and Evaluation. Second Edition : Focal Press. Elsevier Inc

Rahmat, Jalaludin. (2002). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya.

Salim, Peter dan Yenny Salim. (1991). Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta: Modern English Press.

Scanlan, Christopher; The Web and The Future of Writing, Poynter Reporting and Writing Group Leader, http://www.poynter.org/centerpiece/062100.htm, diakses Juli 2002

Stovall, James Glen. (2004). Web Journalism of a New Medium. University of Alabama: Pearson Education Inc.

Straubhaar, Joseph dan Robert La Rose. (2002). Media Now: Communication Media in the Information Age: Australia: Wadsworth

Severin, Werner J and James W. Tankard. (2001). Communication Theories; Origin, Methods, and Uses in the Mass Media. Fifth Edition. University of Texas at Austin: Addison Wesley Longman Inc.
Piliang, Yasraf Amir. (2004). Dunia yang Dilipat; Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Yogyakarta : Jalasutra

Wallenius, Jaana. (2003). News Journalism on the Internet. University of Helsinki, Department of Communication.
http://www.imv.au/dkeng/academic/pdf_files/ Wallenius.pdf, diakses 7-08-2005.




[1] Definisi new media secara eksklusif merujuk pada teknologi komputer yang menekankan bentuk dan konteks budaya yang mana teknologi digunakan, seperti dalam seni, film, perdagangan, sains dan diatas itu semua internet. Sementara digital media merupakan kecenderungan kepada kebebasan teknologi itu sendiri sebagai karakteristik sebuah medium, atau merefleksikan teknologi digital (Dewdney and Ride. 2006 : 8 & 20).

[2] Implementasi sistem TV Digital di Eropa, Amerika, dan Jepang sudah dimulai beberapa tahun lalu. Di Jerman, proyek ini telah dimulai sejak tahun 2003 untuk kota Berlin dan tahun 2005 untuk Muenchen dan saat ini hampir semua kota besar di Jerman sudah bersiaran TV digital. Belanda telah memutuskan untuk melakukan switch off (penghentian total) siaran TV analognya sejak akhir 2007. Perancis akan menerapkan hal sama pada tahun 2010. Inggris sejak akhir 2005 telah melakukan uji coba mematikan beberapa siaran analog untuk menguji penghentian total sistem analog bisa dilakukan pada tahun 2012. Kongres Amerika Serikat telah memberikan mandat untuk menghentikan siaran TV analog secara total pada 2009, begitu pula Jepang pada 2011. Negara-negara di kawasan Asia juga sudah mulai melakukan migrasi total. Di Singapura, TV digital diluncurkan sejak Agustus 2004 dan saat ini telah dinikmati lebih kurang 250.000 rumah. Di Malaysia, uji coba siaran TV digital juga sudah dirintis sejak 1998 dengan dukungan dana sangat besar dari pemerintah dan saat ini siarannya sudah bisa dinikmati lebih dari 2 juta rumah (Dharmanto, 2008).

[3] Internet secara sederhana menggambarkan kumpulan jaringan yang menghubungkan komputer dan server secara bersamaan (Lister, 2003 : 165)

[4] The term 'Web 2.0' was introduced as a new concept at a conference brainstorming session between Tim O’Reilly and MediaLive in 2001. In this initial discussion the concepts were
[5] CSM didirikan tahun 1908 oleh Mary Baker Eddy, pendiri Gereja Kristen Sains. Diterbitkan setiap hari Senin-Jumat, meliputi berita-berita internasional dan lokal AS. CSM telah memenangi tujuh penghargaan jurnalistik Pulitzer, terakhir tahun 2002. CSM terkenal karena liputan mendalam soal Timur Tengah dengan memublikasikan hasil liputan wartawan spesialis Timur Tengah, seperti mendiang John K. Cooley (sumber : Kompas 27 Maret 2009)
[6] Hypertext/ hypermedia : text and other contents edited and to be recieved and read in a non-linear way, jumping from one source, page, image, etc to another; typical way to design and consume multimedia content (Dijk.2006:266).
[7] Karakteristik media baru secara struktural adalah integrasi telekomunikasi, komunikasi data, dan komunikasi massa dalam satu medium. Sehingga menjadi satu medium merupakan proses yang disebutnya konvergensi. Karena alasana inilah new media sering disebut multimedia (Dijk.2006 : 7).

Tuesday, April 29, 2014

TUGAS 1,Teknologi Komunikasi dan Teknologi Informasi

Nama : Zikrullah
Nim    : 411106191
Unit    : 1

Soal
    1.      Pengetian teknologi komunikasi
a.       Karakteristik
b.      Unsur-unsurnya

    2.      Pengertian teknologi informasi
a.       Karakteristik
b.      Unsur-unsurnya

    3.      Pengertian media komunikasi

    4.      Alat komunikasi

1.     Pengertian teknologi komunikasi
Manusia adalah makhluk yang mempunyai sifat sosial. Sehingga dengan begitu manusia akan membutuhkan komunikasi dengan satu individu dengan individu lainnya. Selain itu, manusia juga mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir.Oleh karena itu, dari kedua aspek tersebut, digabungkan menjadi satu dan menjadilah sebuah teknologi komunikasi.
Teknologi Komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lain (a)perangkat keras maksudnya objek materi dan sifatnya dan perangkat lunak maksudnya dasar informasi untuk meggerakkan perangkat keras itu”[1]
a         Karakteristik teknologi komunikasi
Ø  Teknologi Komunikasi adalah alat
Ø  Teknologi Komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur ekonomi, sosial dan politik
Ø  Teknologi Komunikasi membawa nilai-nilai dari struktur yang melahirkannya
Ø  Teknologi Komunikasi berfungsi meningkatkan kemampuan indra manusia.[2]
b        Unsur-unsur teknologi komunikasi
Ø  Informasi dapat berupa tulisan, suara,musik,gambar dan data yang memiliki spektrum frekuensi dan bentuk-bentuk yang berbeda.
Ø  Alat yang digunakan untuk meneruskan informasi,dengan media tranmisi dan sistem modulasi.
Ø  Dengan cara yang sesuai, bentuk akhir(informasi yang di terima) harus seserupa mungkin dengan bentuk awal (informasi yang dikirimkan dan dalam batas-batas distorisi yang dapat di tolerir.
Ø  Dalam jumlah maupun kecepatan yang semakin meningkat melalui jarak yang semakin jauh dengan biaya yang seekonomis mungkin.[3]
2.    Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Teknologi informasi menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video
Pengertian teknologi informas menurut beberapa ahli teknologi informasi :
a)      Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer,  untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)
b)      Teknologi Informasi  adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996) 
c)      Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999) 
d)      Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas, 2000) 
e)      Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003)[4]
    a.    Karakteristik teknologi informasi

  •  Mampu menyediakan informasi
  •  User Friendly,  di - design dengan tepat untuk mempermudah akses informasi bagi pengguna.
  •  Handal
  •   Siklus inovasi yang cepat
  •  Mempunyai waktu respon yang minimal
  • Teknologinya beragam dan sudah stabil
  •  Desentralisasi / Individualisme; penggunaan teknologi ini cenderung mengarahkan masyarakat menjadi individualis, karena kemudahan yang ditawarkan[5]

b. Unsur –unsur teknologi informasi
Semua sistem informasi memiliki 3 unsur atau kegiatan utama,yaitu:
 Ø  Menerima data sebagai masukan (input)
 Ø  Memproses data dengan melakukan perhitungsan, penggabungan unsur data pemutakiran dan lain-lain
 Ø  Memperoleh informasi sebagai keluaran (ouput)

3.    Pengertian media komunikasi
Komunikasi adalah proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya. Tanpa komunikasi manusia jadi terpisah dari lingkungan. Namun tanpa lingkungan komunikasi menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain manusia berkomunikasi karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Dalam berkomunikasi,manusia tentunya memerlukan media komunikasi.
Media komunikasi adalah semua sarana yang dipergunakan untuk memproduksi, mereproduksi, mendistribusikan atau menyebarkan dan menyampaikan informasi. Media komunikasi sangat berperan dalam kehidupan masyarakat. Proses pengiriman informasi di zaman keemasan ini sangat canggih. Teknologi telekomunikasi paling dicari untuk menyampaikan atau mengirimkan informasi ataupun berita karena teknologi telekomunikasi semakin berkembang, semakin cepat, tepat, akurat, mudah, murah, efektif dan efisien. Berbagi informasi antar Benua dan Negara di belahan dunia manapun semakin mudah.[6]
Secara sederhananya, media komunikasi ialah perantara dalam penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikate yang bertujuan untuk efisiensi penyebaran informasi atau pesan tersebut. Sedangkan fungsi media komunikasi yang berteknologi tinggi ialah sebagai berikut (Burgon & Huffner, 2002).[7]

4.    Alat Komunikasi
Alat Komunikasi Zaman Dulu

  • Merpati pos,
kita semua sudah tahu kegunaannya pada masa lalu. Bukan hanya pada masa perang tapi sejak jaman dulu Merpati digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan jarak jauh. Pada masa perang kegunaannya lebih lagi, apalagi ketika alat komunikasi tidak berfungsi. Maka merpatilah salah satunya yang digunakan untuk menyampaikan pesan pesan militer rahasia. Sementara burung kenari dimanfaatkan untuk mendeteksi serangan gas beracun pada Perang Dunia I.

  • Lonceng
Dahulu lonceng digunakan untuk mengabarkan suatu berita kepada masyrakat dan sebagai penanda waktu. Lonceng juga digunakan oleh umat Kristiani untuk memberi tanda waktu beribadah, biasanya dibunyikan tiga kali, pada pukul 06.00. 12.00, dan 18.00. Lonceng digunakan pertama kali dalam gereja Katolik sekitar tahun 400 masehi, dan dianggap diperkenalkan oleh Paulinus, Uskup Nola, sebuah kota di Campania, Italia. Penggunaannya menyebar luas dengan cepat dan tidak hanya digunakan untuk mengumpulkan umat dalam acara keagamaan, tetapi juga sebagai peringatan ketika ada bahaya.[8]

Alat Komukasi Modern
1.      Telepon
       Telepon merupakan alat komunikasi yang dapat mengirimkan pembicaraan melalui listrik. Dengan                  menggunakannya kita bisa berkomunikasi secara lisan dengan seseorang berjarak jauh. Telepon                    pertama kali diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876.
2.      Koran
Koran merupakan suatu penerbitan yang ringan dan mudah dibuang, biasanya dicetak pada kertas koran, yang berisi berita - berita terkini dalam berbagai topik. Topiknya bisa berupa politik, olahraga, tajuk rencana, dan cuaca. Surat kabar biasanya juga berisi kartun, teka - teki silang ( TTS ), dan hiburan lainnya.
3.      Mesin faks
adalah sistem transmisi tanpa kawat untuk gambar-gambar dan grafik-grafik dengan cara mengatur sinar cahaya dan foto elektrik sel serta mengubah bagian gelap dan terang dari suatu bahan sehingga dapat dipancarkan dalam suara, lalu pesawat penerima akan mengubahnya kembali seperti aslinya kepada kertas yang telah diolah secara ilmiah. Selain mengirimkan dokumen, mesin faks juga mampu menghantarkan citra foto dengan fasilitas half tone. Mesin faks biasanya terdiri dari modem, mesin fotokopi, alat pemindai gambar, dan alat pencetak data (printer).
4.      Televisi
Televisi merupakan sebuah alat penangkap siaran bergambar.Media komunikasi yang satu ini merupakan media komunikasi yang sangat populer. Hampir sebagian rumah tangga di dunia ini mempuntai sebuah televisi.
5.      Pager
Sebuah pager (kadang-kadang disebut sebuah halaman, pager, bunyi bip atau bleeper) adalah perangkat telekomunikasi sederhana pribadi untuk pesan singkat. Sebuah satu arah pager numerik hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit, biasanya nomor telepon bahwa pengguna kemudian diharapkan untuk menelepon. pager alfanumerik yang tersedia, serta pager dua arah yang memiliki kemampuan untuk mengirim dan menerima email, halaman numerik, dan pesan SMS.






[1] Barney, Darin.(2005). "Communication Technology". Canada: UBC Press
[2] http://opr3kkomd4.wordpress.com/2010/03/03/pengertian-teknologi-komunikasi/
[3] http://baharimdp47.blogspot.com/2012/08/teknologi-komunikasi.html
[4] http://imaniyahkhairu.blogspot.com/2013/03/kata-pengantar-denganmenyebut-asma.html
[5] http://bk1120011-dedi.blogspot.com/2013/12/pengertian-komponen-dan-karakteristik.html
[6] http://nurfawaid09.blogspot.com/2013/10/pengertian-media-komunikasi-komunikasi.html
[7] http://benykhan.wordpress.com/2012/07/29/definisi-media-komunikasi-dan-fungsinya/
[8] http://sentikoadipermana-pelaut.blogspot.com/2010/08/macam-macam-alat-komunikasi.html

Monday, November 18, 2013

Titisan Cita-citaku

Cita-cita, apa itu cita-cita ? Masih perlukah aku bertanya akan cita-citaku ? Atau pertanyaan itu hanya cukup dilontarkan untuk anak-anak kecil yang sedang beranjak dewasa ?
    Terinspirasi ketika mendengar Inspirasi dari bapak mario teguh, membuatku bertanya-tanya akan cita-citaku. Ehm, cita-citaku saat kecil dulu hanya ingin menjadi dokter, lalu berubah ingin menjadi teknokrat. Namun ketika aku dewasa, tak satupun cita-citaku masa kecil yang terwujud. Tak pernah aku menjadi dokter ataupun teknokrat lagi dengan jurusan yang sedang kujalani sekarang.
    Menjadi seorang fotografer ternyata bisa memberikan cerita lebih banyak dari sekedar kata-kata. Peran ini baru aku sadari akhir-akhir ini. Selama ini aku berfikir bahwa akan lebih indah jika kita berbagi dengan tulisan ataupun cerita. Namun sayangnya di negeriku, minat membaca sedikit sekali. Sehingga terkadang pesan yang ingin kita sampaikan akan lebih terasa saat kita melihat sebuah foto.


    Buatku kini foto tidak hanya sekedar kenangan indah, saat-saat bersama seseorang ataupun melewati momen-momen indah. Namun, sudah menjadi bagian dalam diriku. Foto yang menarik yang mampu memberikan cerita kepada seseorang. Bukan lagi sebagai bagian dari kenarsisan diriku.
   Aku memperoleh banyak sekali pengalaman ketika aku menjadi seorang fotografer. Menjadi fotografer memberiku kesempatan bertemu dengan banyak orang, dan berdialog dengan orang-orang yang aku temui di setiap perjalanan kehidupanku.  
     Ah... kenapa perubahan cita-citaku ini datang tiba-tiba? Bukannya dulu menjadi fotografer hanyalah sebuah hobi? Kenapa sekarang ini menjadi tujuan hidupku ya? Mungkin ini sebuah proses kehidupan yang harus aku lalui. Atau mungkin saja aku bahagia dengan pekerjaan ini. Entahlah…
Jika ini cita-citaku saat ini, lalu apa cita-citamu?



Friday, February 1, 2013

TemanKu


Teman, jika kamu merasa pernah ku sakiti
Baik yang ku ketahui ataupun tidak
Yang ku sengaja ataupun tidak
Jika kamu menyimpan dendam terhadapku
Sedikit atau banyak,,
Jika kamu tidak merasa senang aku ada bersama mu…

Maafkan lah aku,,
Karna ku, tidak lebih dari seorang hamba Tuhan yang dhaif
Yang tak pernah luput dari kesalahan dan khilaf

Maafkan aku,,
Yang mungkin aku pernah menyakitimu
Ku sengaja ataupun tidak

Maafkan aku,,
Yang belum bisa menjadi teman baik bagimu
Teman, aku adalah seorang hamba Tuhan yang dilahirkan kedunia ini
Mungkin untuk menyakiti kalian
Atau bahkan hanya untuk disakitii
Aku pun tak pernah tauu ituu

Namun,,
Setelah kian jauh ku relungi perjalanan hidup ini
Membuatku semakin mengerti
Membuatku semakin sadar
Akan arti teman dalam hidupku
Akan artinya kalian dalam setiap langkah perjuanganku

Teman,,
Mungkin jika aku tak ada artinya lagi bagimu
Ketahuilah
Aku selalu mendo’akanmu dalam sujudku
Walau aku tak tau, apa do’aku kan terkabul atau tidak
Aku menghargai kalian sebagai temanku
Dan ituu adalah sedikit dari ucapan terima kasihku


Teman,,
Jika ku tiada,
Aku tak ingin ada tetesa-tetesan dari mata mu
Aku hanya ingin do’a dan keikhlasan darimu
Walau kamu tak pernah menganggapku lagi sebagai teman,,

Aku hanya ingin kau tau,, satu kata dari kuu
‘Maaf’

Perjuangan kepada ilmu


Hari ini ku datang lagi padamu,,
Seperti waktu – waktu yang telah lalu
Walau bayanganku kadang semu dimatamu
Yakinlah tiada waktu yang berlalu tanpa dirimu
Ilmu ohh ilmuku….

Sedih dan senang tak menjadi halangan
Walaupun enggan tak menjadi rintangan
Walau kadang menjadi halangan
Namun kutahan karena kewajiban,,,
                      
Hari demi hari ku terus mengejarmu
Adakah kamu mengerti aku
Demi kamu aku relah terjatuh
Namun hati ini tetap teguh
           
Mengejar kamu bukan tepaksa
Walau biaya kadang tak ada
Segala daya atau upaya
Aku rela asalkan bisa……
           
Hati ini  kadang galau
Seperti orang kena penyakit angau
tapi kutahan biar begitu
karena kamu terus bagiku
           
kamu itu bukan sembarang,
karena engkau adalah penerang
Duhai engkau penguasa alam,
Hasrat dihati harap kabulkan
Dengan berkat nazam shalawat ,
Dengan syufuat nabi Muhammad.....

Ibunda Tercinta


Walopun kamu dapat memberikan bintang, berjuta harta, namun itu semua belum cukup untuk membalas kasih cinta seorang ibu. Aku tidak pernah tahu seberapa besar ruang hatiku dapat memuat kasih, sampai seseorang memanggilku, “Bunda”.

       Dari seluruh hak yang dimiliki oleh wanita, yang teristimewa adalah diberi hak untuk menjadi seorang ibu. Wanita adalah sosok yang dapat diibaratkan sebagai teh celup, Anda tidak akan pernah tahu kekuatannya sampai tercelup ke dalam air panas. Bunda adalah  bagaikan sebuah lagu yang tak pernah berakhir di hatiku, lagu itu memberikan ketenangan, kebahagiaan, dan seluruh dirinya.  Kadang-kadang saya lupa akan syair dari lagu itu, namun saya tak akan pernah dapat melupakan melodinya.
      Kasih sayang seorang Ibu adalah bahan bakar yang memampukan Ibu untuk melakukan hal-hal yang mustahil dilakukan Sebelum engkau dikandung, Ibu menginginkan engkau ada. Sebelum engkau dilahirkan, Ibu telah mengasihimu. Sebelum engkau keluar dari kandungan, Ibu pun rela mati untukmu. Inilah keajaiban kasih sayang Ibu. Suatu perasaan terdalam manusia yang membuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanan-nya itu tulus, tidak mengharap balasan.
Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. Cinta tidak bisa diukur dengan materi atau pun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).Kebaikan seorang ayah lebih tinggi daripada gunung dan kebaikan seorang ibu lebih dalam dari pada laut.
 Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah ‘IBU’ dan panggilan paling indah adalah ‘Ibuku’. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati paling dalam. Ada jutaan cara untuk membahagiakan seorang Ibu dan semuanya benar. Pemandangan paling indah di bawah bentangan langit berbintang adalah melihat seorang Ibu yang bahagia. Hanya para Ibu yang bisa berpikir tentang masa depan, sebab merekalah yang melahirkan masa depan, dalam diri anak-anak mereka.
 Cinta ibu ibarat bahan bakar yang memungkinkan manusia normal melakukan hal-hal yan tidak mungkin. Siapakah yang mencintaiku dan akan mencintaiku selamanya dengan cinta yang tak mungkin lenyap oleh kesulitan, penderitaan dan kejahatan yang kuperbuat? Orang itu adalah kau, Ibuku.Semakin menjadi tua, aku semakin memikirkan ibuku. Hanya seorang ibu yang mengerti kasih seorang ibu.
Orang tua adalah tulang yang digunakan anak-anak untuk mengasah gigi mereka Dalam hidup ini, kebahagiaan terbesar berasal dari kebahagiaan keluarga. Demikianlah artikel yang membahas tentang Kata Mutiara Untuk orang Tua, semoga artikel ini memberikan kebermanfaatan untuk kita semua.amien amien ya rabbal a’lamin.